Ticker

6/recent/ticker-posts

Mengenal Kopling pada Motor, dan Komponennya

 

Mengenal Kopling pada Motor, dan Komponennya

Kopling pada suatu sepeda motor merupakan salah satu komponen yang penting. Peran komponen ini adalah memutus dan meneruskan putaran dari Crankshaft, ke transmisi, lalu ke roda. 

Hal tersebut mengakibatkan motor tidak jalan meski posisi gigi persneling tidak dalam posisi netral.

Kesimpulan secara sederhana, komponen kopling merupakan penerus dan pemutus daya mesin ke putaran roda sepeda motor.

Mungkin jika Anda salah satu pengguna sepeda motor matic, Anda akan sedikit bingung dari kerja komponen ini. Hal ini dikarenakan sistem kopling biasanya diaplikasikan kepada motor sport 135-250 cc, bahkan lebih.

Pada sistem kopling, terdapat beberapa beberapa komponen lain, yang mendorong sistem kerja kopling. Beberapa komponen tersebut antara lain:

1. Primary drive gear

Komponen ini sangat penting di dalam sebuah kerja kopling. Fungsi dari komponen ini adalah menghubungkan putaran antara poros engkol mesin, dengan gigi primer. Komponen ini bisa dikatakan memiliki ukuran yang kecil, namun sangat penting didalam sistem kerja kopling.

2. Primary driven gear

Komponen ini berfungsi sebagai media gesek yang pertama. Komponen bertugas untuk menggantikan fungsi dari flywheel. Komponen ini saling terhubung dengan clutch cover yang memutar pressure plate pada sebuah kopling.

3. Clutch Cover

Komponen ini terletak dan menempel pada gigi primer kopling. Clutch cover memiliki fungsi sebagai meneruskan putaran pada gigi primer ke beberapa pressure plate.

4. Multi Clutch plate

Komponen ini umumnya disebut dengan Plat kopling. Komponen ini terletak diantara plat penekan didalam kopling. Komponen ini memiliki sebuah fungsi untuk penerima putaran dari pressure plate.

5. Multi Friction plate

Komponen satu ini memiliki fungsi untuk menyalurkan putaran pada gigi primer, dengan cara gesekan. Komponen ini juga sering disebut dengan kanvas kopling. Kanvas kopling terletak di antara clutch plate.

Rusaknya komponen ini pada sebuah sepeda motor adalah, terjadinya selip pada kopling pada motor sehingga mengakibatkan berkurangnya tenaga dari sepeda motor.

6. Center gear

Komponen ini memiliki fungsi untuk menyalurkan putaran pada kampas kopling menuju poros transmisi.

7. Pressure plate

Komponen ini memiliki fungsi untuk menekan clutch plate kedalam, dan komponen ini terletak di bagian luar kopling. Sistem kerja komponen ini mengakibatkan Clutch plate dapat menyalurkan tenaga dari mesin.

8. Pressure spring

Komponen satu ini umumnya disebut dengan pir kopling. Komponen satu ini memiliki fungsi sebagai penekan plat kopling. Biasanya jika anda menggunakan per kopling dengan tingkat kekerasan yang tinggi, maka tenaga dari sepeda motor anda akan berambah

9. Release fork

Komponen ini merupakan tuas untuk mengendalikan pressure plate. Sistem kerja komponen ini yaitu menekan, hingga mengakibatkan lepasnya hubungan antara plat kopling dengan friction plate.

10. Clutch adjuster

Komponen satu ini berfungsi untuk mengatur kedalaman kopling pada motor Anda. Jika anda pernah berkendara sepeda motor, dan merasa tidak nyaman karena koplingnya terlalu jauh, maka Anda perlu melakukan penyesuaian dengan komponen satu ini.

11. Clutch handle

Komponen ini biasa di sebut juga dengan handle kopling. Handle ini dapat berfungsi sebagai pengatur kinerja kopling. Handle ini dapat diartikan sebagai tuas yang Anda gunakan ketika menggunakan sistem kopling pada sepeda motor.

12. Clutch cable

Komponen ini biasa disebut juga dengan kabel kopling. Fungsi dari kabel kopling ini adalah penyalur tenaga dari tuas kopling, kedalam release fork. Sederhananya kabel kopling ini adalah penghubung antara tuas kopling pada mesin, menuju handle kopling pada stang motor Anda.

Beberapa komponen tersebut merupakan komponen yang ada pada sebuah sisstem kopling pada sepeda motor. Anda harus melakukan beberapa perawatan pada sepeda motor, agar sistem kopling pada sepeda motor Anda dapat berfungsi dengan baik.

Beberapa tips untuk merawat kopling pada sepeda motor dapat dilakukan dengan mengganti oli secara rutin, sering melakukan pengecekan pada bagian kanvas kopling, hingga membersihkan kotoran pada kabel kopling.

Posting Komentar

0 Komentar